JAKARTA - Kurma merupakan salah satu buah yang sering dikaitkan dengan tradisi konsumsi saat bulan tertentu maupun sebagai camilan sehat.
Namun bagi penderita diabetes, buah yang identik dengan rasa manis alami ini sering menimbulkan kekhawatiran. Kandungan gula alami pada kurma memang cukup tinggi, sehingga konsumsi yang tidak terkontrol berpotensi memengaruhi kadar glukosa darah.
Meski demikian, kurma tidak selalu harus dihindari oleh penderita diabetes. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah ini dalam jumlah terbatas masih dapat dimasukkan dalam pola makan sehat.
Kandungan serat yang terdapat dalam kurma dapat membantu memperlambat proses penyerapan gula dalam tubuh sehingga lonjakan kadar glukosa dapat diminimalkan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh National Library of Medicine, konsumsi kurma yang terkontrol berpotensi membantu menjaga stabilitas metabolisme gula darah. Serat alami dalam kurma membantu memperlambat absorpsi karbohidrat di saluran pencernaan sehingga peningkatan gula darah terjadi lebih bertahap.
Manfaat Nutrisi Kurma Selain Gula Alami
Kurma mengandung berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Buah ini kaya akan serat pangan, kalium, magnesium, serta berbagai senyawa antioksidan.
Magnesium dalam kurma diketahui berperan dalam membantu pengaturan fungsi insulin dalam tubuh. Mineral ini penting untuk membantu menjaga sensitivitas sel terhadap insulin sehingga dapat mendukung pengendalian kadar gula darah. Selain itu, kalium membantu menjaga keseimbangan cairan dan fungsi saraf tubuh.
Antioksidan yang terdapat dalam kurma meliputi flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik. Senyawa ini membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif yang sering dikaitkan dengan komplikasi diabetes kronis.
Laporan kesehatan dari Times of India menyebut bahwa konsumsi kurma dalam jumlah terkontrol dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida. Penelitian tersebut juga menunjukkan adanya potensi peningkatan kolesterol baik atau HDL pada sebagian individu.
Jenis Kurma yang Relatif Aman untuk Diabetes
Tidak semua jenis kurma memiliki indeks glikemik yang sama. Beberapa varietas memiliki potensi lebih aman karena menyebabkan kenaikan gula darah yang lebih lambat.
Kurma Deglet Noor termasuk jenis yang cukup populer dan sering direkomendasikan. Teksturnya semi-kering dengan rasa manis lembut. Kandungan gula pada jenis ini berkisar antara 63 hingga 66 gram per 100 gram. Kandungan seratnya cukup membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Kurma Zahidi memiliki warna keemasan dan indeks glikemik sekitar 35 hingga 50. Meski lebih aman dibanding beberapa jenis lain, kurma Zahidi tetap mengandung sukrosa sehingga konsumsi harus dibatasi.
Kurma Thoory dikenal dengan tekstur kering dan kandungan gula sekitar 60 hingga 65 gram per 100 gram. Indeks glikemiknya berkisar antara 35 hingga 45 sehingga relatif lebih rendah dibanding kurma sangat manis lainnya.
Kurma Khudri memiliki warna cokelat gelap dengan kandungan gula sekitar 60 gram per 100 gram. Serat alami pada kurma jenis ini membantu mengontrol respons gula darah jika dikonsumsi dalam jumlah kecil.
Kurma Ajwa sering menjadi pilihan karena memiliki indeks glikemik rendah dan kandungan antioksidan tinggi. Selain itu, mineral kalium dan magnesium pada kurma ini dinilai baik untuk kesehatan jantung.
Regulator keamanan pangan seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan komposisi produk kurma kemasan. Beberapa produk olahan mungkin mengandung sirup glukosa tambahan yang dapat meningkatkan risiko lonjakan gula darah.
Jenis Kurma yang Perlu Dibatasi Konsumsinya
Beberapa jenis kurma memiliki kandungan gula yang lebih tinggi sehingga kurang disarankan bagi penderita diabetes jika dikonsumsi berlebihan.
Kurma Medjool dikenal sebagai salah satu jenis kurma dengan rasa sangat manis dan tekstur lembut. Kandungan gula pada kurma ini dapat mencapai 66 hingga 70 gram per 100 gram. Karena tingkat kemanisannya tinggi, konsumsi Medjool harus sangat dibatasi.
Kurma Barhi memiliki tekstur sangat lembut dengan rasa seperti mentega. Namun kandungan gulanya cukup tinggi sehingga tidak dianjurkan dikonsumsi dalam jumlah banyak oleh penderita diabetes.
Kurma Halawi memiliki cita rasa menyerupai karamel dengan kandungan fruktosa dan glukosa tinggi. Jenis ini sebaiknya hanya dikonsumsi dalam porsi sangat kecil.
Cara Konsumsi Kurma yang Aman bagi Diabetes
Penderita diabetes disarankan membatasi konsumsi kurma sekitar satu hingga dua butir per sekali makan. Jumlah ini dianggap cukup aman untuk membantu menjaga stabilitas gula darah.
Selain membatasi jumlah, kurma sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang mengandung protein atau lemak sehat. Kombinasi ini dapat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kadar glukosa darah tidak meningkat secara drastis setelah makan.
Waktu konsumsi juga menjadi faktor penting. Mengonsumsi kurma bersamaan dengan menu utama atau setelah makan dapat membantu mengurangi risiko lonjakan gula darah dibandingkan mengonsumsinya saat perut kosong.
Penderita diabetes gestasional atau individu dengan kontrol gula darah yang belum stabil disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi kurma secara rutin.
Kurma tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat bagi penderita diabetes jika dipilih dengan tepat dan dikonsumsi secara bijak. Memahami jenis kurma dengan indeks glikemik lebih rendah menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas gula darah.
Penderita diabetes tidak perlu sepenuhnya menghindari kurma, tetapi harus memperhatikan porsi dan waktu konsumsi. Mengombinasikan kurma dengan sumber protein atau lemak sehat dapat membantu mengurangi dampak peningkatan gula darah.
Pemilihan makanan yang tepat, pengendalian porsi, serta pemantauan kesehatan secara berkala menjadi kunci dalam mengelola diabetes secara optimal.