SUSI AIR

Susi Air Perluas Rute Perintis Sumatra Kalimantan Februari 2026

Susi Air Perluas Rute Perintis Sumatra Kalimantan Februari 2026
Susi Air Perluas Rute Perintis Sumatra Kalimantan Februari 2026

JAKARTA - Upaya memperkuat konektivitas wilayah tertinggal kembali mendapat dorongan melalui operasional penerbangan perintis. 

Pada Februari 2026, jaringan penerbangan subsidi semakin diperluas untuk menjangkau titik-titik yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi udara, khususnya di kawasan Sumatra dan Kalimantan.

Maskapai penerbangan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau Susi Air memperluas jangkauan konektivitas udara melalui pengoperasian rute subsidi angkutan udara perintis di wilayah Sumatra dan Kalimantan per Februari 2026. 

Ekspansi tersebut mencakup operasional di wilayah Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dabo Singkep dan Sinabang, serta dimulainya layanan Subsidi Ongkos Angkut (SOA) di Kabupaten Malinau untuk Tahun Anggaran (TA) 2026.

Langkah ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kehadiran rute perintis menjadi solusi mobilitas bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur laut atau darat dengan waktu tempuh lebih panjang dan keterbatasan infrastruktur.

“Sepanjang Februari 2026, Susi Air terus mengembangkan jaringan penerbangannya dengan menghadirkan penerbangan perintis. Kami berharap rute-rute baru ini dapat semakin mempercepat perkembangan wilayah-wilayah di seluruh Indonesia,” tulis manajemen melalui akun Instagram resmi @susiairofficial.

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut rincian rute penerbangan perintis yang dilayani Susi Air di sejumlah wilayah.

KPA Dabo Singkep (Kepulauan Riau dan Riau)

Rute di bawah KPA Dabo Singkep menghubungkan sejumlah titik strategis di wilayah Kepulauan Riau dan sekitarnya. Konektivitas ini mempertemukan pusat pertumbuhan ekonomi dengan daerah kepulauan yang memerlukan akses transportasi cepat dan efisien.

Adapun rute yang dilayani meliputi Dabo Singkep–Batam (PP), Dabo Singkep–Jambi (PP), Dabo Singkep–Pekanbaru (PP), Dabo Singkep–Tanjung Balai Karimun (PP), Dabo Singkep–Tanjung Pinang (PP), Pekanbaru–Tanjung Balai Karimun (PP), Batam–Pasir Pangaraian (PP), Batam–Rengat (PP), Jambi–Kerinci (PP), Tanjung Pinang–Tambelan (PP), serta Tanjung Pinang–Letung (PP).

Melalui jaringan tersebut, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarpulau di wilayah Kepulauan Riau dan Riau diharapkan semakin lancar. Rute-rute ini juga membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal dalam memperluas jangkauan pasar mereka.

KPA Sinabang (Aceh dan Sumatra Utara)

Untuk wilayah Aceh dan Sumatra Utara, operasional penerbangan perintis difokuskan pada konektivitas dari Banda Aceh dan Medan menuju daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis cukup besar.

Rute dari Banda Aceh mencakup penerbangan menuju Sinabang, Kutacane, Tapaktuan, Gayo Lues, dan Sabang (PP). Sementara itu, dari Medan tersedia rute menuju Singkil, Takengon, Mandailing Natal, dan Kutacane (PP).

Kehadiran penerbangan ini memberikan alternatif transportasi yang lebih cepat dibandingkan jalur darat yang memerlukan waktu tempuh berjam-jam bahkan berhari-hari. Selain mendukung mobilitas masyarakat, rute tersebut juga berperan penting dalam mendukung layanan kesehatan, pendidikan, hingga distribusi kebutuhan pokok di wilayah terpencil.

SOA Kabupaten Malinau (Kalimantan Utara)

Di wilayah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Susi Air melayani rute Subsidi Ongkos Angkut (SOA) yang menghubungkan pusat kabupaten dengan sejumlah daerah pedalaman.

Rute yang dilayani meliputi Malinau–Data Dian (PP), Malinau–Mahak Baru (PP), Malinau–Long Apung (PP), Malinau–Long Sule (PP), Malinau–Long Punjungan (PP), Malinau–Long Alango (PP), dan Malinau–Long Pala (PP).

Wilayah-wilayah tersebut dikenal memiliki akses darat yang terbatas karena kondisi geografis dan infrastruktur yang belum sepenuhnya berkembang. Dengan adanya penerbangan SOA, distribusi barang dan mobilitas masyarakat dapat dilakukan dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat.

Dorongan Bagi Pertumbuhan Wilayah 3T

Ekspansi rute perintis ini tidak hanya berfokus pada aspek transportasi semata, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah 3T. Akses udara yang lebih baik memungkinkan percepatan perputaran barang dan jasa, sekaligus membuka peluang investasi di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.

Konektivitas yang terbangun melalui jaringan penerbangan perintis turut memperkuat integrasi antarwilayah. Daerah kepulauan di Sumatra maupun kawasan pedalaman Kalimantan dapat terhubung langsung dengan pusat ekonomi regional, sehingga kesenjangan akses dapat ditekan secara bertahap.

Komitmen Pengembangan Jaringan Penerbangan

Pengembangan rute subsidi angkutan udara perintis pada Februari 2026 menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam memperluas layanan ke berbagai daerah di Indonesia. 

Operasional di KPA Dabo Singkep dan Sinabang, serta layanan SOA di Kabupaten Malinau untuk TA 2026, menandai langkah konkret dalam memperkuat jaringan penerbangan di kawasan strategis.

Dengan bertambahnya rute yang dilayani, diharapkan mobilitas masyarakat semakin terbantu dan akses terhadap layanan dasar dapat meningkat. Kehadiran penerbangan perintis juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pemerataan pembangunan nasional.

Secara keseluruhan, perluasan jaringan penerbangan perintis Susi Air di Sumatra dan Kalimantan pada Februari 2026 memperlihatkan fokus pada peningkatan konektivitas wilayah 3T. 

Melalui rute-rute yang mencakup Kepulauan Riau, Riau, Aceh, Sumatra Utara, hingga Kalimantan Utara, akses transportasi udara di daerah terpencil semakin terbuka, dengan harapan mampu mempercepat pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di berbagai penjuru Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index